Aku ingin pergi berdansa, mengenakan pakaian yang lembut melayang di seputarku, dan tertawa. Aku ingin merasakan gemerlapnyasutra ketika bahan itu menyentuh lenganku, tubuhku, dan kebahagiaan dari kelembutannya yang menggoda. Aku ingin berbaring di tempat tidurku sendiri dengan kemawahaan seprainya yang sejuk dan bersih, dan meletakkan kepalaku diatas bantalku sendiri yang empuk. Dan tidur kapan saja yang aku mau, dengan lampu ku matikan semua, dan bangun ketika aku siap bangun.
Aku ingin meluruskan tubuhku di sofa yang dibawanya ada permadani-afghan berwarna biru, sambil mendengarkan music favorit yang meresap ke luar dari pengeras saura kemudian masuk kedalam tubuhku, mengairi lahan-lahan yang kering dalam jiwaku. Aku ingin duduk di beranda sambil menghirup kopi hangat dari muk kramk, membaca surat kabar, dan mendengarkan anjing menggonggong ketika melihat daun-daun yang berguguran dan tupai lalu lalang. Aku ingin menjawab telepon dan menelepon teman-teman dan keluarga dan bercakap-cakap sampai mengingat semua kata yang ingin saling kami sampaikan, lalu tertawa.
Aku ingin mendengar lengkingan peluit kereta yang melewati Loveland, suara kerikil dijalan masuk, dan suara pintu ditutup ketika ada teman datang berkunjung. Juga denting dan dencing perangkat ilmu cina, desis dan suara bergolak dari mesin pembuat kopi. Aku igngi merasakan sejuknya lantai dapurku yang putih dengan kaki telanjang, dan lembutnya karpet warna biru dikama tidurku. Aku ingin melhat warna, semuanya.
Aku ingin mencium harum baju yang baru di cuci, bau aspal panas di pelataran parker, juga udara laut. Akan tetapi, lebih dari semua tadi, aku ingin berada di ambang pintu kamar putraku dan melihatnya terlelap. Kemudian mendengarnya bangun dipagi hari dan kepulangannya pada malam hari. Kemudian menghusap wajahnya dan menyisir rambutnya dengan jari, dan menumpangnya dalam truknya sambil menikmati roti lapis berisi keju kering.
Aku ingin melihatnya tumbuh,tertawa, bermain, makan, mengemudi kendaraan, dan hidup. Yang paling penting, aku ingin melihatnya hidup. Melingkarkan lenganku kebahunya, dan memeluknya sampai ia tertawa dan berkata “Bu,sudah ah”. Dan ibuku pun menjawab ia nak. Hatiku sangat senang sekali etika ibu saya memelukku dengan erat, betapa bahagianya ibuku melihat saya seperti ini…dan tidak bosan-bosannya ibu memeluk saya. Yang jelas aku ingin bebas lagi.
Sorry for the huge review, but I'm really loving the new Zune, and hope this, as well as the excellent reviews some other people have written, will help you decide if it's the right choice for you.
BalasHapus