Minggu, 27 November 2011

sepatu futsal




































Sepatu Futsal Rumput Sintetik Nike Victory II Volt



 


Sepatu Futsal Rumput Sintetik Nike Victory II Volt/Purple/Retro












Sepatu Futsal Rumput Sintetik Adidas Adi5 Wht/Electricity/Blk










































Sepatu Futsal Rumput Sintetik Nike Victory II Volt/Purple/Retro












Sepatu Futsal Rumput Sintetik Adidas Adi5 Wht/Electricity/Blk




sepak bola






























































Sepatu Futsal Nike Victory II Volt/Purple/Retro
















Sepatu Futsal Rumput Sintetik Adidas Adi5 Wht/Electricity/Blk













http://publikasi.umy.ac.id/files/journals//4/articles/5210/submission/review/5210-7543-1-RV.pdf

Penelitian Tentang Pemain Sepak Bola Di Liga-Liga Eropa

Menurut hasil studi yang dilakukan di seluruh penjuru Eropa di dunia sepakbola, diketahui ada kecenderungan tingkat produktifitas pemain di usia yang semakin bertambah maka semakin tinggi.

Selain itu, hasil penelitian juga menyebutkan jika pemain Eropa saat ini rata-rata memiliki tinggi badan yang meningkat dan berlari lebih cepat.

Adalah Professional Football Players Observatory (PFPO) yang mengungkapkan hasil penelitian tersebut. Dari penelitian yang dilakukan pada lebih dari 13 ribu pemain di 534 klub di 36 kompetisi di Eropa, juga banyak hasil penelitian lain yang dipublikasikan.

Barcelona misalnya, di mana mereka menjadi tim dengan rata-rata pemain dengan badan yang tidak tinggi. Sedangkan Manchester United memiliki skuad yang lebih stabil. Sementara tim dengan pemain berusia tua secara rata-rata adalah Inter, bukan Milan seperti yang diidentikan sebelumnya.

Raffaele Poli, salah satu peneliti yang bermarkas di Universitas Neuchatel di Swiss, telah mengumpulkan data dari pesepakbola Eropa sejak 2005 dan mengatakan trennya berubah sejak laporan pertama dipublikasikan tiga tahun lalu.

"Kami melihat pemain yang berlaga di liga-liga besar menjadi lebih tua, lebih cepat dan semakin tinggi," ungkapnya kepada Reuters.

"Secara umum, lebih dari 45,7 persen pindah secara internasional selama karir mereka, tapi jumlah pemain yang bermain di klub di mana mereka berkembang menurun dari 26 persen tiga tahun lalu menjadi 23,4 persen."

"Juga ada peningkatan internasionalisasi di sepakbola Eropa dengan minimnya pemain bertahan di klubnya atau di negara di mana dia memulai karirnya. Besaran prosentasenya dari 26 persen tiga tahun lalu, kini hanya 23 persen."

Juara El Clasico, Madrid Kampiun La Liga?

DUEL prestisius bertajuk El Clasico edisi 163 yang mempertemukan Real Madrid dan Barcelona memang belum dimainkan. Masih tersisa dua pekan lagi, tapi Real Madrid sepertinya menjadi tim yang paling siap, baik dari segi rapor impresif alias catatan pertandingan dan spirit bertanding para punggawanya.

Maksudnya begini, melihat secara keseluruhan, Los Galacticos berada dalam performa apiknya. Faktanya, tim asuhan Jose Mourinho itu masih memegang kendali pimpinan klasemen. Menilik lima pertandingan terakhir, Madrid tampil superior atas pesaingnya.

Tim yang bermarkas di Santiago Bernabeu tersebut belum sekalipun bermain imbang apalagi menelan kekalahan. Hebatnya, tim arahan Jose Mourinho selalu berhasil mengemas kemenangan lebih dari satu gol baik di level liga domestik dan Eropa.

Di mulai saat mereka menundukkan Olympique Lyon 2-0, menggasak Osasuna 7-1, menalukkan Valencia 2-3, dilanjutkan memukul Dinamo Zagreb 6-2 di panggung Liga Champions dan terakhir menjadi penguasa Madrid setelah menundukkan rival sekota Atletico Madrid dengan skor 4-1 di partai bertajuk El Derby Madrileno.

Rantai kemenangan ini menjadi bukti sahih, Madrid lebih serius melakoni partai prestisius kontra Barcelona yang berlangsung 11 Desember 2011 nanti. Ini masih ditambah dengan produktivitas gol Madrid yang menyentuh 46 angka memasuki pertengahan musim membuat Los Merengues -julukan lain Madrid boleh diunggulkan di pasar taruhan.

Tanpa bermaksud membandingkan rival abadinya, Barcelona bukannya tidak berada dalam performa terbaiknya. Mungkin mereka hanya sedikit kehilangan ritme permainan seperti biasa. Entah gaya permainan yang bisa dibaca pesaingnya atau faktor lainnya, terpaut enam angka di klasemen La Liga, Barcelona harus bekerja keras untuk merebut pucuk pimpinan klasemen.

Yang paling menghebohkan, tentu di akhir pekan ini saat Azulgrana tumbang di tangan tim papan tengah Getafe. Meski kalah dengan skor tipis 1-0, Barca tetap memiliki kans besar untuk mencuri poin penuh di Santigo Bernabeu, terutama bila mencermati rekor pertemuan kedua seteru ini musim lalu di panggung La Liga.

Barcelona berhasil merebut kemenangan spektakuler lima gol tanpa balas di duel perdana dan bermain imbang 1-1 di pertemuan kedua edisi 2010/11 lalu. Maklum, Selama ini El-Clasico selalu menjadi referensi terdepan untuk menjadi acuan siapa yang bakal menguasai La Liga di akhir musim nanti. Meskipun, tidak sepenuhnya relevan.

Mitos yang berkembang, siapa yang berhasil meraih kemenangan pertama dalam El Clasico, tim tersebut bakal meraih gelar juara La Liga. Prediksi berbau takhayul memang. Tapi kebetulan atau tidak, musim lalu faktanya demikian. Barcelona kembali mempertahankan gelar juaranya setelah merebut kemenangan di leg pertama Primera Division.

Jika berandai-andai, Madrid sukses merebut kemenangan di partai perdana kontra Barcelona, akankah raksasa Ibukota itu akan mengakhiri gelar paceklik La Liga yang terakhir kali mereka raih pada 2007/08 silam? Sulit meneropongnya karena sekali lagi, sepakbola bukan matematika yang bisa ditebak hasil akhirnya. Semua masih bisa terjadi. Tapi yang pasti, El Clasico nanti bakal menyajikan perang bintang yang sengit di dataran benua biru.

Juara El Clasico, Madrid Kampiun La Liga?

DUEL prestisius bertajuk El Clasico edisi 163 yang mempertemukan Real Madrid dan Barcelona memang belum dimainkan. Masih tersisa dua pekan lagi, tapi Real Madrid sepertinya menjadi tim yang paling siap, baik dari segi rapor impresif alias catatan pertandingan dan spirit bertanding para punggawanya.

Sabtu, 19 November 2011

Awal Baru

Kini tiba saatnya! Wisuda telah usai dank au siap memulai pejalanan hidup! Ibu tahu perasaanmu bercampur aduk. Saat-saat penting dalam hidup memang sering aneh jarang sekali terdiri  satu perasaan. Tapi taka pa-apa. Itu membantu saat-saat baik menjadi lebih berharga dan saat-saat bagus yang tak tertahankan. Ibu memerlukan banyak waktu untuk memikirkan nasihat bijaksana apa yang dapat Ibu sampaikan. Itulah salah satu kesulitan menjaid orang tua menentukan apa yang harus dikatakan   dan apa yang kami biarkan untuk kamu temukan sendiri. Ibu akhirnya memutuskan hanya menawarkan sedikit pengetahuan untuk menjawab pertanyaan dasar  mengenai kehidupan. Ada orang menjalani seluruh hidupnya tanpa memikirkannya sama sekali. Sayang saat kamu mencari jawabannya, kamu bisa mendapatkan temuan yang menakjubkan. Temuan ini bisa membantu frustasi: saat kamu mengira sudah menemukan jawabannya, ternyata kamu perlu mengajukan oertanyaan lain.

Perlu waktu beberapa lama untuk menyadari bahwa ini mungkin pertanyaan yang paling penting. Sisikanlah waktu untuk menemukan siapa dirimu dan jadilah dirimu sendiri. Cobalah untuk jujur, hormat, dan bahagia. Saat kamu merasa tentram, semua hal lain akan berjalan mulus. Tapi, hati-hatilah, jangan membatasi jati dirimu dalam kepemilikan.  Biarka dirimu tumbuh berubah. Dan ingatlah selalu bahwa kamu tidak sendirian, kamu memiliki keluarga, teman, sahabat, dan tuhan.

Ada yang sebaiknya dilakukan sekarang. Jangan menunda-nuda biasanya hanya menimbulkan lebih banyak pekerjaan. Tapi, camkanlah bahwa segala sesuatu ada waktunya, da nada hal yang lebih baik dibiarkan untuk hari lain. Mungkin sulit, tapi ingatlah untuk meluangkan waktu untuk beristirahat dan menikmati mukjizat setiap hari baru. Dngan rajin berlatih, kamu akan belajar mengenai nikmatnya melakukan sebagian hal sekarang dan kesenangan yang unik dalam menunggu dan merencanakan hal lain.

Jangan pernah berhenti menanyakan ini. Inilah yang mebuatmu terus tumbuh. Biarkanlah. Biarkanlah pertanyaan ini menantangmu saat kamu terlalu santai. Biarkan ini membentakmu saat kamu mengambil keputusan. Biarkan ini berbisik padamu saat kamu lupa siapa dirimu atau tempat yang ingin kamu capai. Kadang-kadang jawabannya baru datang bertahun-tahun kemudian, dan kadang-kadang tidak kamu dapatkan sama sekali. Pengenalan fakta ini dapat menjagamu tetap waras dan memberimnu kesempatan untuk terus melanjutkan hal lain.

Untuk yang ini Ibu tidak memberi nasihat! Ini lah yang akan kamu jawab dengan caramu sendiri. Tapi sudah banyak yang kamu capai dalam tahun-tahun ini, ibu tahu bahwa kamu pasti berhasil. Hanya ingat lah, yakini dirimu sendiri dan yakinlah akan mukjizat. Ingat lah bahwa temuan terbesar muncul setelah kita tentukan dalam kehidupan pada jumlah besar pertanyaan. Dan tolong ingatlah selalu bahwa ibu mencintaimu.

Mengejar Impian

Perlombaan lari wilayah telah tiba. Perlombaan yang kami siapkan dengan latihan disetiap musim. Kakiku masih belum pulih dari cedera sebelumnya. Malah, aku ragu apakah aku akan ikut lomba atau tidak. Tapi aku akan datng juga, bersiap-siap untuk lomba 3200 meter. Pistol berbunyi dan kami berlari. Anak perempuan yang lain melaju didepanku. Aku menyadari bahwa lariku timpang dan merasa malu saat makin lama makin tertinggal

Pelari pertama sudah  dua kali putaran didepanku saat ia melintasi garis akhir. Horee.,! sorak penonton. Sorakan yang ternyaring yang pernah aku dengar dalam suatu perlombaan. Lebih baik aku berhenti saja, pikiranku saat aku terus lari terpincang-pincang. Orang-orang itu akan menungguku mengakhiri lomba ini. Namun, aku memutuskan untuk terus berlari. Pada dua putaran terakhir, aku berlari sambil menahan sakit dan memutuskan tidak ikut berlomba tahun  depan. Tak ada gunanya, meskipun kakiku sembuh. Aku tidak akan mengalahkan gadis yang menyusulku dua kali.

Waktu aku selesai, aku mendengar saat gadis pertama melintasi garis finish. Ada apa ini?tanyaku. aku berbalik dan benar saja, pelari putra sedang siap berlomba. Pasti itu; mereka menyoraki pelari itu. Aku langsung kekamar mandi, dan seorang gadis berpapasan denganku. Wah, kamu benar-benat pemberani. Katanya. Aku tersentak, Pemberani? Dia pasti keliru mengenali orang itu kalau aku jadi kamu. Aku pasti sudah berhenti pada putaran pertama, kakimu kenapa? Kami menyorakimu, lho. Kamu dengar tidak?

Aku tak percaya. Seorang yang tak aku kenal menyorakiku bukan ia ingin aku menag, tapi karena ia ingin aku terus berlari dan tidak menyerah. Mendadak aku memperoleh harapan. Aku memutuskan ikut berlomba tahun depan. Seorang gadis menyelamatkan impianku.hari itu aku belajar dua hal. Pertama, sedikit kebaikan rasa percaya diri dapat menimbulkan peubahan yang besar dalam diri seseorang dan saya akui bahwa aku  masih bisa ikut lomba lagi.

Dan kedua, kekuatan dan keberanian tak selalu diukir dengan medali dan kemenangan. Keduanya diuki dalam perjuangan yang berhasil. Orang terkuat tak selalu orang yang menang, melainkan orang yang tak pernah menyerah saat kalah. Aku hanya memimpikan bahwa suatu saat mungkin di kelas tiga aku akan berhasil memenangkan lomba dengan sorakan senyaring sorakan yang kudapatkan saat aku kalah lomba disaat kelas satu.

Hari Ketika Akhirnya Aku Menangis

Aku tidak menangis ketika tahu, bahwa aku adalah orang tua seorang cacat mental. Aku hanya duduk diam seribu bahasa ketika aku dan suamiku diberitahu bahwa Kristi, dua tahun sesuai dari kecurigaan kami adalah anak terbelakang. “silakan menangis,” kata dokter itu dengan ramah.itu dapat mencegah masalah- masalah emosi yang serius. Kendati terancam dengan masalah-masalah serius, aku tidak dapat menangis, baik waktu itu maupun selama bulan-bulan berikutnya.

Ketika Kristi cukup matang untuk bersekolah, kami mendaftarkannya kesebuah sekolah taman kanak-kanak pada usia tujuh tahun. Aku sangat melegakan andai kata aku menangis pada ahri ketika aku meninggalkannya di ruangan yang penuh dengan anak-anak lima tahun yang bersemangat dan penuh keyakinan. Selama itu Kristi selalu bermain sendirian,tetapi saat ini, ketika ia menjadi anak berbeda di antara dua puluh anak lain, bukan tidak mungkin ia akan merasakan kesepian paling berat dalam hidupnya.

Ternyata, suatu yang positif mulai terjadi pada Kristi disekolahannya, juga pada teman-teman kelasnya. Kendati berlomba meraih prestasi-prestasi masing-masing, teman-teman Kristi selalu bersedia memberikan pujian kepadanya juga. Kristi mengeja dengan benar pada hari ini. Tidak seorang pun bertindak usil dengan menambahkan bahwa kata yang harus diejanya lebih muda dari pada anak-anak lain.

Selama tahun keduanya di sekolah, ia menghadapi sebuah pengalaman yang sangat traumatis. Peristiwa penting dalam semester itu adalah perlombaan dalam bidang keterampilan music dan olah raga. Kristi terbelakang dalam olah musik dan olah raga. Aku dan suamiku juga takut dalam menghadapi itu. Pada hari berlangsungnya acara itu, Kristi berpura-pura sakit. Mengungat kekurangannya, aku pun ingin membiarkannya tetap dirumah.

Mengapa aku harus membiarkan Kristi dipermalukan di aula dihadapan para orang tua mudur, dan guru-guru. Kelihatannya solusi yang sederhana adalah mengizinkannya tinggal dirumah. Tidak mengikuti acara ini pastilah bukan suatu masalah. Tetapi hati nuraniku tidak membiarkannya menyerah begitu mudah. Maka aku membujuk Kristi dengan lembut untuk  bersiap-siap berangkat dengan bus sekolah, sementara aku sendiri masih bimbang dengan keputusanku….bersambung.,,..,

Kepekaan yang hilang

Aku ingin pergi berdansa, mengenakan pakaian yang lembut melayang di seputarku, dan tertawa. Aku ingin merasakan gemerlapnyasutra ketika bahan itu menyentuh lenganku, tubuhku, dan kebahagiaan dari kelembutannya yang menggoda. Aku ingin berbaring di tempat tidurku sendiri dengan kemawahaan seprainya yang sejuk dan bersih, dan meletakkan kepalaku diatas bantalku sendiri yang empuk. Dan tidur kapan saja yang aku mau, dengan lampu ku matikan semua, dan bangun ketika aku siap bangun.

Aku ingin meluruskan tubuhku di sofa yang dibawanya ada permadani-afghan berwarna biru, sambil mendengarkan music favorit yang meresap ke luar dari pengeras saura kemudian masuk kedalam tubuhku, mengairi lahan-lahan yang kering dalam jiwaku. Aku ingin duduk di beranda sambil menghirup kopi hangat dari muk kramk, membaca surat kabar, dan mendengarkan anjing menggonggong ketika melihat daun-daun yang berguguran dan tupai lalu lalang. Aku ingin menjawab telepon dan menelepon teman-teman dan keluarga dan bercakap-cakap sampai mengingat semua kata yang ingin saling kami sampaikan, lalu tertawa.

Aku ingin mendengar lengkingan peluit kereta yang melewati Loveland, suara kerikil dijalan masuk, dan suara pintu ditutup ketika ada teman datang berkunjung. Juga denting dan dencing perangkat ilmu cina, desis dan suara bergolak dari mesin pembuat kopi. Aku igngi merasakan sejuknya lantai dapurku yang putih dengan kaki telanjang, dan lembutnya karpet warna biru dikama tidurku. Aku ingin melhat warna, semuanya.

Aku ingin mencium  harum baju yang baru di cuci, bau aspal panas di pelataran parker, juga udara laut. Akan tetapi, lebih dari semua tadi, aku ingin berada di ambang pintu kamar putraku dan melihatnya terlelap. Kemudian mendengarnya bangun dipagi hari dan kepulangannya pada malam hari. Kemudian menghusap wajahnya dan menyisir rambutnya dengan jari, dan menumpangnya dalam truknya sambil menikmati roti lapis berisi keju kering.

Aku ingin melihatnya tumbuh,tertawa, bermain, makan, mengemudi kendaraan, dan hidup. Yang paling penting, aku ingin melihatnya hidup. Melingkarkan lenganku kebahunya, dan memeluknya sampai ia tertawa dan berkata “Bu,sudah ah”. Dan ibuku pun menjawab ia nak. Hatiku sangat senang sekali etika ibu saya memelukku dengan erat, betapa bahagianya ibuku melihat saya seperti ini…dan tidak bosan-bosannya ibu memeluk saya. Yang jelas aku ingin bebas lagi.

Suara Seorang Kakak

Sebagian besar orang memperoleh inspirasi dalam hidup mereka. Mungkin dari pecakapan dengan seseorang yang kau hormati tau sebuah pengalaman. Apa pun bentuknya, inspirasi cenderung membuatmu memandang kehidupan dari sudut pandang yang baru. Inspirasiku berasal dari adikku Vicki, seseorag yang baik hati dan penuh perhatian. Ia tidak peduli akan penghargaan atau masuk dalm surat kabar. Yang diinginkannya hanyalah berbagi cinta dengan orang yang dikasihinya, keluarga dan teman-temannya.

Pada musim panas sebelum aku mulai kuliah ingkat tiga, aku menerrima telepon dari ayahku yang memberitahukan bahwa Vicki masuk rumah sakit. Ia pingsan dan bagian kanan tubuhnya lumpuh. Indikasi awal adalah ia menderita stroke. Namun, hasil tes memastikan bahwa penyakitnya lebih serius. Ada sebuah tunor otak ganas yang menyebabkan lumpuh. Dokter hanya memberinya waktu kurang dari tiga bulan. Aku ingat betanya-tanya, bagaimana mungkin ini terjadi?sehari sebelumnya Vicki baik-baik saja. Sekarang, hiduonya akan berakhir pada usia yang sangat muda.

Setelah mengatasi rasa kaget dan perasaan hampa pada awalnya, aku memutuskan bahwa Vicki membutuhkan harapan dan semangat. Ia memerlukan seseoang yang membuatnya percaya bahwa ia bisa mengatasi rintangan ini. Aku menjadi pelatih Vicki. Setiap hari kami membayangkan bahwa tumornya menyusut dan semua yang kami bicarakan bersifat positif . aku bahkan menempelkan poster didepan pintu masuk rumah sakitnya yang bertulisan “kalu kau memiliki pikiran yang negative, tinggalkan pikiran itu didepan pintu”.

Bulan agustus tiba dan kuliah tingkat tiga akan dimulai di univrsitas yang jaraknya 3000 mil dari rumah. Aku bingung apa aku harus pergi. Aku membuat perjanjia yang disebut 50-50. Aku berjuang 50% dan Vicki akan memperjuagkan 50% sisanya. Aku salah bicara, menyebutkan bahwa aku mungkin tak akan kuliah. Ia akan marah untuk menyuruhku  untuk tidak khawatir karena dia akan baik-baik saja. Kepergian malam itu, merasa bahwa ini mungkin terakhir kalinya aku melihat Vicki dalam keadaan hidup.

Selama aku kuliah aku tidak pernah lupa perjanjian 50% bagianku untuknya. Setiap malam sebelum tidur, aku berbicara dengan Vicki, berharap ia dapat mendengarkanku. Aku berkat, “Vicki, aku sedang berjuang untukmu dan aku tak akan menyerah. Asalkan kau tak berhemti berjuang, kita dapat mengalahkan tumor ini. Beberapa bulan berlalu dan ia masih bertahan. Aku sedang berbicara dengan teman yang lebih tua dan ia menanyakan keadaan Vicki. Aku bercerita bahwa kondisinya makin buruk, tapi dia tak menyerah.

Temanku melontarkan pertanyaan yang benar-benar membuatku berpikir. Kaatanya”menurutmu, akapah dia bertahan itu karena dia tak mau mengecewakanmu?” mungkin perkataannya benar? Mungkin aku egois,menyemangati Vicki untuk terus berjuang? Malam itu sebelum tidu, aku bertanya padanya “Vicki, aku mengerti  kau sangat menderita dan kau mungkin akan menyerah. Kalau memang begitu, aku mendukungmu. Kita tidak kalah karena kamu sudah berjuang. Kalau kau ingin pergi ketempat yang lebuh baik, aku mengerti. Kita pasti akan bersama lagi. Aku menyayangimu dan aku akan terus bersamamu di mana pun kau berada.”

keesokan paginya, ibuku menelepon, memberi tahu bahwa Vicki telah meninggal…

abangku

Pertama-tama, katakana pada dirimu apa yang akan kau raih; lalu lakukan apa yang perlu kau lakukan. Aku tak menyangkan absennya kaos kaki baud an music yang disetel keras-keras akan membuat hatiku sakit. Tapi abangku kuliah di kota lain, dan pada usia 14 tahun, aku sangat merindukannya. Kami bersaudara sangat dekat.mungkin ini mengherankan, tapi abangku memangorang yang langka. Tentu saja ia pandai dan baik hati, dan kata temanku ia tampan dan sebagainya.

Tapi yang membuatku bangga adalah karena cara menangani masalahnya, caranya memperlakukan teman dan keluarganya, caranya memperhatikan orang. Hal semacam itulah yang ingin kuperoleh. Kalau kau tak keberatan, aku ngin menunjunkan apa yang ku maksud… ia mendaftar 14 universitas. Ia diterima semuanya kecuali satu, yang ia inginkan, universitas Brown.  Jadi ia mengambil pilhan ke-2 nya, dan tahun pertamanya berjalan baik tapi tak banyak kejadian menarik

Waktu ia pulang pada liburan musim panas, ia memberitahu kami bahwa ia telah menyusun rencana. Ia akan melakukan apa saja untuk masuk ke Brown. Apakah kami mau mendukungnya ? rencananya adalah pindah di Rhode Island di dekat Brown, mencari pekerjaan, dan melakukan apa saja agar dikenal di daerah itu. Ia akan bekerja banting tulang, katanya, dan semuanya sebaik mungkin. Seseorang, ia yakin, akan melihatnya.

Ini masalah besar bagi orang tuaku karena itu berarti menyutujui setahun  tanpa kuliah, sesuatu yang menakutkan bagi mereka. Tapi mereka mempercayainya dan memdorongnya melakukan apa yang menurutnya pelu yang dilakukan untuk mencapai cita-citanya. Tak lama kemudian ia ditarik untuk mempoduksi drama di Brown, sekarang tiba kesempatanya untuk bersinar. Tak ada pekerjan yang terlalu besar atau terlalu kecil.

Dan benar  saja, pada akhir tahun, waktu ia memdaftar kembali ke Brown, ia diterima. Kami sangat gembira, tapi bagiku, kebahagiaan ini sangat mendalam. Inilah pemberian yan masih kugenggam dalam hati. Berkat abangku, aku pecaya akan kehidupan. Baru-baru ini aku terbang ke Rhode Island sndirian untuk mengunjunginya dan aku senang sekali tinggal disana seminggu di apartemen, tanpa orang tua. Malam sebelum aku pulang, kami mengobrol banyak hal. Aku menangis dalam perjalanan pulang, mengetahui bahwa aku dan abangku akan selalu dekat dan menyadari bahwa betapa beruntungnya saya mempunyainya. Soalnya, aku mempunyai adik perempuan berusia 10 tahun. Rasanya, aku sudah jelas berkewajiban mendidiknya. Tapi kamu tahu kan, aku sudah punya guru yang hebat.

dia memberi tahu, menangis itu tak apa-apa

Bersahabat dekat dengan seseorang itu membutuhkan banyak pengertian, waktu, dan rasa percaya. Dengan semakin dekatnya masa hidupku yang tidak pasti, teman-temanku adalah hartaku yang paling berharga. Setelah berpisah bertahun-tahun, aku beertemu lagi dengannya tadi malam. Ia sengsara. Ia mengecat rambutnya, mencoba menyembunyikan warna aslinya, sama seperti penampilannya yang kasar menyembunyikan ketidak bahagiaannya yang mendalam. Ia ingin mengobrol, jadi kami berjalan-jalan

Sementara aku memikirkan masa depanku, formulir pendaftaran perguruan tinggi yang baru tiba, ia memikirkan masa lalunya, rumah yang baru ditinggalkan. Lalu ia bicara. Ia bercerita tentang pacarnya dan akupun melihat hubungan cinta yang bergantung pada seorang lelaki bertipe dominan. Ia ia bercerita tentang obat-obatan terlarang dan aku melihat bahwa obat adalah pelariannya. Ia bercerita tentang cita-citanya dan aku melihat impian materi yang tidak realitis.

Ia bercerita dirinya memerlukan orang teman dan aku melihat harapan, karena paling tidak aku bia memberikan kepadanya. Kami berkenalan di kelas 2 SD. Giginya baru tanggal, dan aku sedang merindukan teman-temanku. Aku bau saja melintasi benua, menemukan ayunan besi yang dingin dan wajah mengejek yang dingin di laur pintu P.S 174,  sekolah baruku.aku brtanya padanya apakah aku boleh meminjam buku komik Archie miliknya, meskipun aku tak begitu suka sama komik; dia bilang boleh, meskipun dia tak begitu suka berbagi.

Mungkin kami sama-sama mencari senyuman. Dan kami menemukannya. Kami menemukan seseorang untuk teman cekikikan waktu telah malam larut, seseorang untuk menghirup susu coklat hangat bersama di musim salju yang dingin saat sekolah diliburkan dan kami sering duduk berdua dekat jendela, memandang salju turun tiada henti. Angina pun meniup udaranya, dan kami pun kedinginan yang laur bisa….

Pada musim panas, di kolam renang, aku di sengat lebah. Ia menggenggam tanganku dan mengatakan padakubahwa dia akan menemaniku dan kalau aku mau menangis itu tidak apa-apa jadi akupun menangis. Pada musim gugur, kami menyapu daun hingga menjadi tumpukan, lalu bergiliran melompatinya tanpa merasa takut karena kami tahu bahwa kasur warna-warni itu akan menahan tubuh kami jatuh…

Hanya sekarang, dia sudah jatuh dan tak ada menangkapnya. Kami sudah berbulan-bulan tidak mengobrol, dan kami sudah bertahun-tahun tidak bertemu. Aku sudah pindah ke California, dan dia pindah rumahnya. Pengalaman kami terpisahkan  jarak bermil-mil, membuat hari kami berjauhan, lebih jauh dari benua yang baru dilintasinya. Melalui kata-katanya aku mersa terasing, tapi melalui matanya aku merasa kehausannya. Ia membutuhkan dukungan dalam usahanya mencari kekuatan dan awal baru. Aku menggenggam tangannya dan mengatakan bahwa aku akan menemaninya dan kalau ia mau menangis, itu tak apa-apa dan ia pun menangis

Minggu, 13 November 2011

mentari pagi

jam 07.00...pada hari minggu aku tersentak dari tempat tidurku.dan ku buka jendela kamarku... lalu aku disapa oleh burung-burung yang berkicau pada setiap hari... walaupun mendung yang masih ada, aku langsung bergegas menghirup udara yang sangat segar. kemudian sya langsung kekamar mandi. setelah kekamar mandi, langsung bergegas ambil sepatu untuk berolah raga lari-lari pagi, agar badan terasa sehat dan nyaman. kemudian dijalan bertemu teman lama, ia pun sedang berolah raga, lalu aku menyapa untuk bergabung.

setelah berolah raga saya kemudian mengajak teman saya untuk istirahat di taman sambil minum iar putih yang sangat menggiurkan bagi saya yang sedang kahausan. kemudian mentari muncul dari persembunyiannya dari awan yang mendung manutupinya....setelah mentari pagi muncul, udara yang sebelumnya terasa dingin menjadi hangat. setelah istirahat teman saya mengajak lari-lari lagi. saya pun langsung bergegas mengikutinya....emudian saya mengajaknya ngobrol-ngobrol sambil lari-lari...nggak terasa waktu sudah hampir siang. saya pun mengajaknya untuk pulang...

sesamampai rumah saya kemudian mengerjakan sesuatu yang saya rutini, menyabuti rumput-rumput yang ada didepan rumah saya. setelah menyabuti rumput, saya istirahat diteras sambil minum secangkir teh hangat sama di temani cemilan yang begitu enak...dan sambil mainan HP.setelah selesai kemudian yang membersihkan diri...kemudian saya sarapan pagi, yang begitu menawan yaitu nasi goreng ala mamaku yang sangat pintar membuatnya...bikin saya ketagihan dan menambah lagi...

setelah kegiatan minggu pagi yang begitu rutin, kemudian  saya istirahat,  kemudian bermain sama teman-teman saya... yaitu maen futsal,dan olah raga ini salah satu favorit saya. saya suka sekali dengan olah raga,apa lagi yang berbau dengan sepak bola..apa aja buat bola saya akan lakuin sebisa saya

beginilah kegiatan saya pada waktu hari minggu.....

Senin, 17 Oktober 2011

Hello world!

Selamat datang di Blog UMY. Ini adalah tulisan pertama Anda. Lanjutkan dengan menuliskan hal-hal lainnya.
Selamat blogging di UMY Community.