Foto ini diambil 6 tahun yang lalu, ketika aku masih duduk di bangku SMA. Nampaklah di sana fotoku yang masih imut dan lucu. Sampai saat ini masih kusimpan jilbab putih dan jaket hijau itu, hehe. Ah, ternyata sudah lama..
Foto ini berlokasi di Gunung Merbabu. Dan bendera merah-putih itu adalah bendera sispala di SMA-ku, Starcrusher (STR) namanya. Benar-benar my very first mountain climbing. Pertama kali dolan neng gunung!
Dan selama pendakian itu, hanya ada beberapa scene yang kuingat.
Scene pertama yang kuingat adalah ketika day-pack adik angkatanku jebol dan harus dijahit. Untung ada yang membawa jarum dan benang. Dari situ aku baru tahu bahwa jarum dan benang adalah peralatan yang harus dibawa ketika beraktifitas di alam bebas. (adalah mungkin karena aku tak pernah memperhatikan ketika senior memberi materi,, ataukah mungkin…?).
Scene kedua yang kuingat adalah ketika kami ngecamp. Ngecamp kali itu begitu mengesankan dan tak terlupakan. Entah disengaja atau tidak, malam itu kami tidur tanpa dome dan tanpa matras. Kukira hal seperti itu wajar, kala itu. Kami juga tak membawa sleeping bag, karena saat itu aku belum tau bahwa ada benda hangat yang disebut ‘sleeping bag’. Jadinya, kami beristirahat tanpa penahan angin apapun, kecuali baju dan jaket pastinya. Kini aku bersyukur bahwa saat itu tidak turun hujan, bahwa saat itu adalah musim kemarau. Apa jadinya kalau…?
Kami melepas lelah dan berbagi cerita di bawah langit yang terang, di dalam hembusan angin dingin, di tengah hutan, di atas dinginnya tanah gunung, dan di depan api unggun. Lama-lama kami mengantuk. Satu persatu dari kami mulai menata posisi senyaman dan sehangat mungkin untuk terlelap. Ada yang memasukkan kakinya ke dalam daypack, ada yang menekuk badannya sedemikian rupa, ada yang saling peluk, sedangkan aku menutup kakiku dengan mukena *hehe.
Api unggun masih menemani kami dalam hening malam itu, menghantarkan tidur kami. Begitu juga hembusan angin itu menyelimuti kami dengan tenangnya. Dan, aaaaaaahhhhhhh… Aku tak bisa tidur! Baru aku tau, ternyata gunung itu dingin!
Dan, blaarrr!! Hanya itu saja memori yang terekam. Namun, tak kusangka, mulai saat itu aku selalu merindukan suasana di gunung beserta dingin angin malamnya. Tak kusangka, mulai saat itu aku selalu ingin ke gunung..
Itu adalah malam pertamaku tidur di alam bebas, sebebas-bebasnya. Pertama kalinya aku menatap langit dari dalam hutan. Memandang kelip bintang dalam intaian bulan. Merinding di dalam dingin, dan terlelap dalap pekat malam. Hhhmmm… Ternyata aku menyukainya.
http://publikasi.umy.ac.id/files/journals//4/articles/3262/public/3262-3613-1-PB.pdf
Tidak ada komentar:
Posting Komentar